BANDAR LAMPUNG – Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang mereka. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Sulistiani, A.Md., yang akrab disapa Bunda Sulis, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai langkah nyata dalam membangun generasi masa depan yang berkualitas.
Menurut Bunda Sulis, anak merupakan aset bangsa yang harus mendapatkan perhatian, perlindungan, dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Karena itu, kepedulian terhadap anak harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat.
"Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan. Investasi terbaik adalah memastikan hak-hak mereka terpenuhi sejak dini," ujar Sulistiani.
Ia menegaskan, pemenuhan hak-hak anak harus dibarengi dengan terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter serta potensi mereka. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sinergi yang kuat antara keluarga, institusi pendidikan, dan masyarakat sebagai tiga pilar utama dalam proses tumbuh kembang anak.
Sebagai bentuk komitmen dalam membina generasi muda, Bunda Sulis menghadirkan program "Level Up Bunda Sulis", sebuah wadah pembelajaran dan pengembangan diri bagi para remaja. Melalui program tersebut, peserta didorong untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, serta membangun karakter yang positif sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Selain itu, DPD PKS Kota Bandar Lampung juga menjalankan program "PKS Muda Institut" yang berfokus pada pembinaan kepemimpinan generasi muda. Program ini memberikan pelatihan kepemimpinan, manajemen organisasi, dan penguatan kapasitas diri agar para remaja memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan menjadi pemimpin masa depan.
Bunda Sulis berharap berbagai program tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh masyarakat agar tidak menjadikan Hari Anak Nasional sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi, mendampingi, dan memenuhi hak-hak anak secara berkelanjutan.
"Dengan kolaborasi seluruh pihak, kita dapat mewujudkan Bandar Lampung yang semakin ramah anak serta melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan," tutupnya.
