Bandar Lampung — SMP Negeri 17 Bandar Lampung resmi mengawali pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, mengusung konsep humanis, inklusif, edukatif, serta bebas dari praktik perundungan dan perpeloncoan.
Pembukaan MPLS diawali dengan upacara bendera di lapangan sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP Negeri 17 Bandar Lampung, Jondri Haryadi, S.Pd.I., M.Pd.I., secara simbolis mengalungkan tanda peserta kepada dua perwakilan siswa baru sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan MPLS Ramah.
Dalam sambutannya, Jondri Haryadi menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan untuk mengenalkan lingkungan sekolah, melainkan menjadi langkah awal dalam membangun rasa aman, nyaman, dan percaya diri bagi peserta didik baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar.
"Melalui MPLS Ramah, kami ingin seluruh murid baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMPN 17 Bandar Lampung. Mereka datang ke sekolah dengan perasaan senang, aman, dan percaya diri," ujarnya.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta didik baru akan diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, tata tertib, kurikulum, hingga berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik yang tersedia di sekolah.
Tak hanya itu, sekolah juga membekali siswa dengan berbagai materi pembentukan karakter, seperti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta pembiasaan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S) sebagai fondasi dalam membangun karakter positif sejak hari pertama bersekolah.
Sebagai bagian dari penguatan literasi digital, peserta didik juga mendapatkan materi Sopan Santun Bermedia Sosial. Materi ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai etika dalam menggunakan media sosial, kemampuan menyaring informasi, serta mencegah penyebaran hoaks.
Dalam pelaksanaan MPLS, sekolah turut menghadirkan narasumber dari Polresta Bandar Lampung dan Kejaksaan Negeri Bandarlampung serta perwakilan Kodam Raden Intan untuk memberikan pembekalan kepada para siswa sesuai bidangnya.
Selain itu, untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, peserta didik mengikuti Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) serta Gerakan Rukun Sama Teman. Kedua program tersebut bertujuan menanamkan sikap saling menghargai, memperkuat kebersamaan, sekaligus mencegah terjadinya perundungan maupun diskriminasi di lingkungan sekolah.
"Seluruh proses pembelajaran dilaksanakan melalui pendekatan yang menyenangkan, edukatif, dan interaktif sehingga peserta didik dapat beradaptasi tanpa tekanan," kata Jondri Haryadi.
Menurutnya, melalui MPLS Ramah, sekolah juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, toleransi, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bekal peserta didik dalam menjalani proses pendidikan.
Pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Negeri 17 Bandar Lampung berpedoman pada sembilan prinsip utama, yakni humanis, komprehensif, partisipatif, mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, nondiskriminatif, inklusif, berkeadilan gender, harmonis, dan berkelanjutan.
Seluruh guru dan tenaga kependidikan dilibatkan sebagai pendamping sekaligus fasilitator selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, pengurus OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) turut berperan sebagai petugas upacara serta pendamping peserta didik baru selama MPLS berlangsung.
"Dengan MPLS Ramah, kami berharap anak-anak memiliki semangat belajar yang tinggi, karakter yang baik, serta menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan," tuturnya.
Pembukaan MPLS Ramah juga dihadiri oleh para orang tua dan wali murid sebagai bentuk dukungan terhadap proses adaptasi siswa baru dalam memasuki jenjang pendidikan di SMP Negeri 17 Bandar Lampung. Kehadiran mereka menjadi simbol kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berpihak pada tumbuh kembang anak.

