Bandar Lampung --Pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) dalam rangka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur SMA Negeri Unggulan Provinsi Lampung resmi dimulai pada Senin, 8 Juni 2026.
Seleksi yang berlangsung selama dua hari, hingga 9 Juni 2026, diikuti oleh sekitar 21 ribu peserta yang telah dinyatakan lolos tahap verifikasi administrasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, meninjau langsung pelaksanaan tes di SMAN 10 Bandar Lampung. Ia memastikan seluruh sekolah penyelenggara telah siap melaksanakan seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT).
“Seluruh sekolah sudah siap dan kami juga menyiapkan pendampingan bagi peserta selama pelaksanaan tes berlangsung,” ujar Thomas.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap sekolah unggulan tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Jumlah pendaftar mencapai 34 ribu siswa, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 14 ribu pendaftar.
Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 21 ribu peserta dinyatakan lolos verifikasi dan berhak mengikuti TPA. Sementara itu, peserta yang tidak lolos verifikasi dinyatakan belum memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sistem, termasuk ketentuan terkait peringkat paralel.
“Terjadi peningkatan lebih dari 100 persen dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah unggulan di Lampung semakin tinggi,” katanya.
Thomas menjelaskan bahwa hasil TPA akan menjadi faktor utama dalam menentukan kelulusan peserta, baik melalui jalur domisili maupun jalur prestasi. Materi tes meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika untuk mengukur kemampuan akademik peserta.
“Kami ingin mendapatkan siswa-siswa terbaik dan paling potensial. Karena itu, yang menentukan kelulusan adalah hasil tes potensi akademik yang dilaksanakan hari ini dan besok,” tegasnya.
Bagi peserta yang tidak lolos seleksi sekolah unggulan, pemerintah tetap memberikan kesempatan untuk mengikuti PPDB jalur reguler yang dijadwalkan dibuka pada 15 Juni 2026.
“Mereka yang tidak lolos sekolah unggulan tetap dapat mendaftar melalui jalur reguler saat pendaftaran dibuka nanti,” pungkas Thomas.
