BANDARLAMPUNG – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bandar Lampung Hi.Yuhadi, SH, i., MH., mengatakan bahwa dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) jadi moment penting untuk mengingat kembali peran pendidikan dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Namun demikian, mengingat di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi, dunia pendidikan saat ini tentunya menghadapi berbagai tantangan yang turut memengaruhi perkembangan para siswa dan pelajar.
Dijelaskan legislator asal Partai Golkar ini,Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Akan tetapi, juga pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai moral, budaya, dan karakter bangsa di lingkungan pendidikan.
“Kemajuan teknologi dan kemudahan akses informasi membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga dapat memberikan pengaruh negatif apabila tidak disikapi secara bijak. Karena itu, saya imbau kepada para orang tua agar lebih bijak dan memberi batasan kepada anak dalam penggunaan internet,” ungkap Yuhadi.
Arus globalisasi yang semakin cepat, terus mantan Ketua DPD II Golkar Kota Bandarlampung ini, dinilai memengaruhi perilaku generasi muda, mulai dari menurunnya rasa sopan santun, lunturnya budaya gotong royong, hingga kecenderungan pelajar lebih mudah terpengaruh oleh budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.
Selain itu, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol juga menjadi perhatian. Banyak pelajar yang mulai kecanduan gawai, kurang fokus belajar, hingga mudah terpapar informasi negatif dan hoaks yang dapat memengaruhi pola pikir maupun perilaku mereka.
Para pendidik dan orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi perkembangan anak di era digital saat ini. Pendidikan karakter, penanaman nilai-nilai Pancasila, serta pengawasan terhadap penggunaan teknologi perlu terus diperkuat agar generasi muda tidak kehilangan jati diri bangsa.
“Nah, diharapkan pada momentum Hari Pendidikan Nasional, menjadi pengingat bersama bahwa pendidikan bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan rasa cinta tanah air pada diri para pelajar,” jelasnya.
Dengan pendidikan yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, generasi muda Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan globalisasi tanpa meninggalkan budaya serta identitas bangsa.
