Breaking News

Ketua Fraksi Gerindra Dewi Mayang Suri: Disabilitas Bukan Batas Panggung Difabel Bukti Berekspresi




BANDAR LAMPUNG- Haru dan kagum. Ya, begitulah gambaran suasana pertunjukan pementasan teater kabaret yang mengangkat drama kolosal bertajuk “Garuda Wisnu Kencana”, di gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Minggu (03/05/2026).

Nah, di tengah-tengah rasa kagum dan penuh haru tersebut juga hadir tamu istimewa yakni Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bandarlampung, Dewi Mayang Suri Djausal. Dimana, kehadiran Srikandi Gerindra ini juga sekaligus membuka pementasan teater kabaret yang mengangkat drama kolosal bertajuk “Garuda Wisnu Kencana”.

Namun demi juga, atas kehadiran anggota DPRD yang duduk di Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung ini, menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap ruang berekspresi bagi anak-anak disabilitas di Lampung.

Sontak saja, suasana haru dan penuh kekaguman menyelimuti Gedung Di panggung itu, bukan sekadar pertunjukan seni yang ditampilkan, melainkan kisah tentang keberanian, ketulusan, dan semangat tanpa batas dari anak-anak disabilitas yang tergabung dalam komunitas Sahabat Difabel Lampung (Sadila).

Dimana suasana panggung pertunjukan yang penuh dengan kilauan sorotan lampu yang menyoroti pentasan panggung penari di atas para penampil seakan menjadi saksi bagaimana keterbatasan tak pernah benar-benar membatasi.

Setiap gerakan, dialog, dan ekspresi yang ditampilkan mengandung pesan kuat bahwa semangat berkarya tidak pernah mengenal sekat.

“Hari ini kita tidak hanya menonton pertunjukan seni, tapi kita sedang menyaksikan panggung keberanian dan ketulusan. Dari sini kita belajar bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berkarya,” ujar Mayang dengan nada penuh apresiasi.

Srikandi Partai besutan Presiden RI Prabowo Subianto ini pun menilai apa yang dilakukan Yayasan Difabel Lampung bukan sekadar menghadirkan hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini membuka ruang bagi anak-anak disabilitas untuk menunjukkan potensi terbaik mereka, sekaligus mengetuk kesadaran publik tentang pentingnya kesetaraan.

Menurut Mayang, panggung seperti ini bukan hanya milik para penampil, tetapi juga menjadi cermin bagi masyarakat luas untuk melihat bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk bersinar.

“Kegiatan ini bukan hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati. Ini mengingatkan kita bahwa semua anak punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka,” lanjutnya.

Tak hanya memberikan apresiasi kepada para penampil, Mayang juga menyampaikan dukungan penuh kepada para orang tua yang setia mendampingi anak-anak mereka. Ia menyebut, kekuatan dan ketulusan orang tua menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan diri anak-anak disabilitas.

“Kepada para orang tua, tetaplah kuat dan terus menjadi sumber inspirasi. Apa yang dilakukan hari ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga menjadi teladan bagi orang tua lainnya,” ujar Mayang.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mulai mengubah cara pandang terhadap disabilitas. Baginya, keterbatasan bukan lagi hal yang harus disesali, melainkan bagian dari keberagaman yang justru memperkaya kehidupan.

“Sudah saatnya kita melihat dengan cara yang berbeda. Setiap anak memiliki potensi, keberanian, dan keindahan dalam perbedaannya masing-masing,” jelas Srikandi Gerindra itu.

Ditambahkan Dewi Mayang Suri bahwa inklusivitas bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan yang harus diwujudkan bersama. 



Type and hit Enter to search

Close