BANDARLAMPUNG- Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung Wiyadi, SP. MM., mengingatkan kepada masyarakat agar tidak selalu memberikan handphone/Gatget kepada anak-anaknya terutama yang masih balita (Bayi Lima Tahun).
Pasalnya, selain karena radiasi handphone, juga akan memberikan dampak yang negatif kepada perkembangan otak dan fisik anak-anak. Jangan berikan handphone sebagai ganti teman atau hiburan anak-anak.
“Jangan karena anak nangis lalu diberikan pegangan handphone, rusak Ibu/bapak anak kita, fisiknya pun akan lemah, biarkan dia bermain dengan kawan sebayanya, supaya ada perkembangan dengan otaknya, jangan dikit dikit dikasih handphone,” imbau Pimpinan DPRD Kota Bandarlampung, Wiyadi, di sela-sela agenda sosialisasi ideologis Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di taman wisata alam, Lengkung Langit (L-2) di kelurahan Sumber Agung, Kemiling, pada Jumat, (1/05/2026).
Dan juga imbuh legislator asal PDI-Perjuanganini, tanggung jawab anak bukan hanya di sekolah, akan tetapi beban itu penuh ada di pundak orang tuanya.
“Maka dari itu mulai lah berikan bimbingan kepada anak-anak kita jangan sampai anak kita terjerumus dengan hal hal negatif. Menang jaman sekarang semua harus melek informasi teknologi, akan tetapi berikan batasan yang sesuai. Di sekolah anak-anak hanya beberapa jam sisanya banyak di rumah, karenanya bimbing anak-anak dengan ilmu pengetahuan dan ideologi pancasila,” ungkapnya.
Selain itu juga Anggota DPRD Kota Bandarlampung ini pun menyinggung soal isu kekerasan terhadap anak Day-Care yang terjadi di Jogja. Dan hal ini tentunya karena lemahnya pengawasan orang tua terhadap anaknya, terlalu percaya sehingga terjadi kekerasan sampai anak-anak di ikat,dilakban.
“Tentunya ini akan terjadi trauma yang mendalam bagi anak, sehingga tidak menutup kemungkinan psikisnya akan terganggu. Secara fisiologis anak trauma, takut khawatir dan lainnya. Makanya mari kita jaga anak-anak kita semua,” tandasnya.
