JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan persoalan kelangkaan LPG 3 kg di beberapa kabupaten di Jawa Timur (Jatim) sudah selesai. Bahlil menyampaikan, pihaknya sudah melakukan operasi pasar untuk menyelesaikan permasalahan kelangkaan gas elpiji subsidi tersebut.
Diketahui, ratusan warga di Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, rela berdesak-desakan dan mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram (kg) pada Senin (6/4/2026). Bahkan, kelangkaan gas bersubsidi tersebut membuat sebagian warga harus pulang dengan tangan kosong setelah stok di pangkalan habis. Selain sulit diperoleh, harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer juga dilaporkan melonjak hingga Rp 30.000 per tabung.
Salah satu warga, Watini, mengatakan bahwa kondisi ini telah berlangsung selama sekitar tiga pekan terakhir. Dia mengaku, harus mengantre lebih dari satu jam untuk mendapatkan satu tabung gas.
"Hampir satu jam lebih tadi antre agar bisa mendapatkan tabung gas elpiji, dan kondisi seperti ini sudah terjadi selama tiga minggu," ujar Watini, Senin. Watini menyebut, pembelian di pangkalan dibatasi hanya satu tabung per orang dan warga diwajibkan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP), tetapi harganya relatif lebih murah, yakni Rp 18.000 per tabung. (kmps)
0 Komentar