Tulang Bawang —Warga dari empat kampung di Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, memberikan apresiasi atas langkah nyata para kepala kampung dalam memperbaiki jalan poros yang selama ini menjadi akses utama masyarakat. Keempat kampung tersebut yakni Kampung Mendasari, Hargo Rejo, Hargo Mulyo, dan Gedung Meneng Baru.
Perwakilan masyarakat menyampaikan rasa terima kasih atas upaya bersama yang dilakukan pemerintah kampung beserta jajarannya. Mereka menilai perbaikan jalan tersebut membawa dampak signifikan bagi aktivitas sehari-hari, khususnya dalam distribusi hasil pertanian.
“Alhamdulillah, sekarang jalan sudah mulai bisa dilalui mobil, baik kendaraan bermuatan maupun mobil pribadi. Sebelumnya kondisi jalan sangat rusak, bahkan sepeda motor pun sulit melintas,” ujar salah satu perwakilan warga. Selasa (21/04).
Ia menambahkan, kondisi jalan yang lebih baik kini mempermudah petani dalam mengangkut hasil panen, sehingga berdampak pada peningkatan harga jual komoditas pertanian.
Kepala Kampung Hargo Rejo, Khairul Anam, saat ditemui menjelaskan bahwa proses perbaikan jalan tersebut melalui tahapan panjang dan melibatkan berbagai pihak.
“Kami memulai dengan musyawarah bersama kepala kampung lain yang berada dalam satu jalur jalan ini. Dalam rapat tersebut juga turut melibatkan unsur kelembagaan seperti BPK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta para pengusaha yang ada di empat kampung,” jelas Khairul Anam.
Dari hasil musyawarah tersebut, disepakati bahwa perbaikan jalan dilakukan secara swadaya masyarakat dengan fokus kontribusi dari para pengusaha, khususnya pemilik pabrik beras dan agen usaha lainnya. Untuk menjalankan hasil keputusan, dibentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas).
“Seluruh dana swadaya difokuskan untuk perbaikan jalan. Bahkan sebelum program swadaya berjalan, kami sudah memulai perbaikan dengan dana talangan dari beberapa pengusaha lokal untuk pembelian material seperti tanah timbun, batu krokos, dan subbase,” tambahnya.
Khairul Anam juga menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara transparan. Setiap kegiatan dicatat dalam berita acara hasil musyawarah yang juga diketahui oleh pihak Kecamatan Rawajitu Selatan.
“Kami bekerja secara ikhlas demi kepentingan masyarakat. Tidak ada niat lain selain memperbaiki akses warga. Semua dilakukan terbuka, dan setiap minggu kami lakukan evaluasi bersama BPK dan Pokmas,” tegasnya.
Langkah kolaboratif antara pemerintah kampung, masyarakat, dan pelaku usaha ini dinilai menjadi contoh nyata gotong royong dalam pembangunan infrastruktur di tingkat lokal.
